Panggil Polri Terkait Rantis Lindas Ojol, DPR Kita Lihat Siapa yang Bakal Datang

Panggil Polri Terkait Rantis Lindas Ojol, DPR Kita Lihat Siapa yang Bakal Datang


Panggil Polri Terkait Rantis Lindas Ojol, DPR: Kita Lihat Siapa yang Bakal Datang
Massa aksi bertahan di depan markas Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, tadi pagi.(MI/Agus Mulyawan)

Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mengatakan pihaknya akan memanggil Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada pekan depan, usai ada tragedi kendaraan taktis (rantis) milik Brimob yang melindas pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, hingga meninggal dunia.

Menurut dia, agenda rapat kerja dengan Polri memang sudah terjadwal oleh Komisi III DPR RI untuk. Dia mengatakan bahwa pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan dalam hal tersebut.

“Minggu depan ya, antara Senin. Itu coba dilihat, karena itu memang sudah ada agendanya, nanti kita lihat siapa yang datang dari Polri,” kata Hinca di kompleks parlemen, Jakarta, hari ini.

Untuk saat ini, dia pun mendorong agar Divisi Propam Polri mengusut tujuh personel yang diduga terlibat dalam kasus itu secara transparan agar kasusnya terang benderang

Dia pun mengaku mendengar adanya isu terkait penggunaan gas air mata yang sudah kedaluwarsa saat pembubaran aksi massa. Menurut dia, Polri perlu diberi kesempatan untuk menjelaskan secara detail kepada publik.

“Kami akan berusaha juga untuk menanyakan kepada pimpinan Polri apakah sebenarnya yang terjadi,” katanya.

Adapun kejadian rantis Brimob melindas pengendara ojek online itu terjadi pada Kamis (28/8) malam, setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, dipukul mundur oleh pihak kepolisian.

Akibatnya kericuhan terjadi hingga ke berbagai wilayah di sekitaran kompleks parlemen, mulai dari Palmerah, Senayan, hingga Pejompongan. Peristiwa rantis Brimob yang melindas pengemudi ojol itu diduga terjadi di wilayah Pejompongan.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim pada Jumat dini hari, mengungkapkan bahwa ada tujuh aparat Brimob yang diduga terlibat dan berada di dalam rantis tersebut. Menurut dia, tujuh personel itu masih dalam proses pemeriksaan.(Ant/P-1)

Brimob Minta Maaf Gara-gara Mobil Rantis Lindas Driver Ojol, Janji Akan Tanggung Jawab Penuh



loading…

Mobil rantis Brimob menabrak dan melindas driver ojol saat aksi demonstrasi ricuh di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Foto: Ist

JAKARTA – Kabagrenmin Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kompol Jimmy Yudanindra menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada ratusan driver ojol yang mendatangi Markas Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Diketahui, mobil rantis Brimob menabrak dan melindas driver ojol saat aksi demonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat.

“Saya mewakili atas nama pimpinan mohon maaf apabila itu memang sudah terjadi. Tidak bisa kita hindari. Kami bertanggung jawab. Pimpinan bertanggung jawab,” ujar Jimmy.

Baca juga: Kapolri Minta Maaf dan Instruksikan Propam Usut Mobil Rantis Brimob Diduga Lindas Driver Ojol

Insiden tersebut tengah dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak Propam Polri. Namun, pihak kepolisian bakal bertanggung jawab atas insiden ini.

“Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan. Pimpinan kami sudah berkoordinasi. Kami sepenuhnya akan bertanggung jawab terhadap korban,” ucapnya.

Sebelumnya, driver ojol yang tidak diketahui identitasnya ditabrak mobil rantis polisi di Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Saksi Didin Indrianto membenarkan kejadian itu dan melihat langsung ketika korban dilindas oleh kendaraan rantis. “Pas kejadian ada di lokasi. Kejadian sebelum lampu merah penyeberangan,” katanya.

(jon)

Istana Minta Maaf Atas Insiden Brimob Lindas Ojol

Istana Minta Maaf Atas Insiden Brimob Lindas Ojol


Istana Minta Maaf Atas Insiden Brimob Lindas Ojol
Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi(Doc Antara)

MENTERI Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang menewaskan salah satu pengemudi ojek daring (ojol). Dari video yang beredar luas, itu terjadi karena rantis brimob melindas ojol. 

“Tentunya kami memohon maaf atas kejadian apapun, yang sudah pasti tidak kita inginkan,” katanya kepada pewarta melalui pesan singkat, Kamis (28/8). 

Prasetyo juga meminta Kepolisian juga untuk tetap melakukan tindakan pengamanan dengan hati-hati.

“Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian, termasuk kami meminta atensi khusus terhadap kejadian tersebut di atas,” tuturnya. 

Sebelumnya diketahui beredar sebuah video yang memperlihatkan mobil rantis melindas seorang pengemudi ojol. Dari berbagai keterangan yang dihimpun, mobil rantis tersebut melindas dua orang ojol. 

Satu orang ojol dinyatakan meninggal dunia, sementara seorang lainnya dalam keadaan sadar, berdasarkan video yang beredar.

Imbas insiden tersebut, kerumunan pengemudi ojol menggeruduk markas Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat. Kerumunan itu kemudian bertemu dengan perwakilan Brimob yang menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. 

Dia juga menyatakan para pimpinan Brimob tengah memeriksa pengemudi mobil rantis yang diduga melindas dan menewaskan satu orang pengemudi ojol. (Mir)