Siapa Kolsum Akbari? Janda Hitam Iran yang Meracuni 11 Suaminya selama 22 Tahun untuk Rebut Warisan



loading…

Kolsum Akbari membunuh 11 suaminya demi rebut warisan. Foto/X/@IntelWarRoom

TEHERAN – Kolsum Akbari, 56 tahun, dituduh meracuni dan membunuh 11 suami selama 22 tahun di ran . Tetapi ia mengklaim jumlahnya bisa lebih tinggi; ia hanya tidak ingat persisnya.

Siapa Kolsum Akbari? Janda Hitam Iran yang Meracuni 11 Suaminya selama 22 Tahun untuk Rebut Warisan

1. Meracuni dengan Obat Diabetes dan Alkohol

Melansir Oddity Central, selama lebih dari dua dekade, Kolsum Akbari berhasil lolos dengan menikahi pria lanjut usia secara sistematis sebelum meracuni mereka dengan obat diabetes dan alkohol industri agar ia dapat mewarisi harta benda dan mas kawin mereka.

Tak seorang pun curiga karena para pria tersebut tampaknya meninggal karena sebab alamiah akibat usia lanjut dan kondisi kesehatan yang buruk. Ia juga beraksi di berbagai kota agar tidak menarik perhatian.

BacaJuga: 5 Revolusi Berdarah yang Membentuk Sejarah Dunia, Mayoritas Berujung Penggulingan Kekuasaan

2. Tidak Ingat Berapa Banyak Korban yang Dibunuh

Aksi pembunuhannya dimulai pada tahun 2000 dan berlanjut hingga tahun 2023, ketika putra korban terakhirnya, Gholamreza Babaei yang berusia 82 tahun, curiga dan melaporkannya ke polisi. Ia kini dituduh membunuh 11 suami, tetapi janda hitam itu sendiri mengklaim jumlahnya mungkin antara 13 dan 15.

“Saya tidak tahu berapa banyak yang saya bunuh. Mungkin 13 atau 15 orang. Saya tidak ingat persisnya,” kata Akbari saat diinterogasi.

3. Menikah pada Usia 18 Tahun

Kolsum Akbari pertama kali menikah pada usia 18 tahun. Pernikahannya berlangsung singkat dengan seorang pria yang menderita masalah kesehatan mental, tetapi pernikahan keduanya tidak jauh lebih baik. Ia menikah dengan pria yang jauh lebih tua dan memiliki anak dari pernikahan sebelumnya yang terus-menerus memukuli dan mempermalukannya.

Setelah kematian suami keduanya, aksi pembunuhannya dimulai. Ia berkeliling memberi tahu orang-orang bahwa ia bersedia menikahi pria tua yang kesepian, dan setelah memastikan kondisi keuangan mereka, ia setuju untuk menikahi mereka dengan mahar yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *